Terpopuler:

Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembunuh Begal, Irfan: Kalau Tak Melawan, Saya yang Mati

Kategori Blog

BEKASI – Kepolisian Resor Metro (Polrestro) Bekasi Kota, Jawa Barat, menetapkan Muhamad Irfan Bahri, pemuda berusia 19 tahun, sebagai tersangka pembunuhan terhadap Aric Saifuloh (17), begal yang nyaris membunuhnya.

”Saat ini MIB telah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Aric Saifulloh, meskipun secara keterangan MIB mengaku membela diri dari serangan begal,” kata Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih di Bekasi, Senin (28/5).

Dikutip dari merdeka.com, Muhamad Irfan Bahri bertarung dengan begal yang mencoba merampas telepon genggamnya. Dalam upayanya membela diri itu, Irfan menewaskan sang begal, Aric Saifuloh.

Satu pelaku lagi IY, kritis, akibat sabetan celurit pemuda asal Madura, Jawa Timur tersebut.

Pendaftaran Admin MisterLaris
Awalnya polisi menyebut Irfan menjadi tersangka, anehnya belakangan Kapolres Bekasi Kombes Indarto menyatakan Irfan masih menjadi saksi.

Dalam peristiwa itu, Irfan juga mengalami luka bacokan. Di antaranya di lengan, pipi, punggung, serta paha. Begitu pula dengan kerabatnya, Ahmad Rofii, juga mengalami luka di pundaknya karena disabet celurit oleh pelaku.

”Kalau saya tidak melawan, saya yang mati,” kata Irfan kepada pers di rumah pamannya, RT 4 RW 7 Nomor 25, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Selasa (29/5).

Irfan menjelaskan dini hari itu, Ia bersama dengan kerabatnya baru saja pulang dari Alun-Alun Kota Bekasi di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan. Karena baru sepekan di Kota Patriot ini, Irfan mengajak kerabatnya untuk mampir ke kawasan Summarecon Bekasi, karena belum pernah ke lokasi tersebut.

”Saya duduk-duduk dulu di bawah lihat pemandangan, kemudian naik ke atas jembatan (fly over Summarecon),” kata Irfan.

Sampai di atas, sepeda motor diparkir di bahu jalan, Irfan lalu naik ke trotoar. Dia mengeluarkan telepon genggamnya untuk swasfoto. Rupanya 15 menit kemudian dua orang pemuda tak dikenal menghampirinya.

”Pertama meminta HP saudara saya, lalu dikasih karena sudah mengacungkan celurit,” kata Irfan.

Pelaku ternyata tak berhenti di kerabatnya, Irfan mengaku dihampiri juga agar memberikan telepon genggamnya. Irfan menolak, dan melihat bahwa celurit besar yang diacungkan tersebut tampak dibungkus sarung, Irfan akhirnya melawan.

”Saya pikir hanya untuk menakut-nakuti, tidak tahunya dia membacok,” kata Irfan.

Menurut dia, bacokan pertama mengenai lengannya. Tak ingin mati konyol, Irfan lalu melawan. Duel pun terjadi, sampai akhirnya celurit berpindah tangan. Karena terus duel, pelaku perampokan akhirnya terkena sabetan celurit.

”Dia bilang, ampun Bang-ampun Bang. Saya bilang, serahkan HP teman saya. Kemudian diserahkan, mereka lalu kabur ke kawasan arah Piramida Summarecon,” kata dia.

Irfan yang terluka bacok bergegas menuju klinik tak jauh dari kediaman pamannya. Esoknya lalu melapor ke polisi bahwa terlibat perkelahian dengan pelaku perampokan. Irfan tak tahu kondisi perampok tersebut.

”Saya tahu dari polisi bahwa perampoknya meninggal dunia di rumah sakit,” kata Irfan.***

Pendaftaran Admin MisterLaris

Artikel / Berita ini pertama kali tayang di : https://www.goriau.com

Pada : Selasa, 29 Mei 2018 22:26 WIB

dengan Judul :  Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembunuh Begal, Irfan: Kalau Tak Melawan, Saya yang Mati